BlogDetikku Kena Serangan Spam Puluhan Ribu

Sudah lama saya tidak berkunjung ke blog ini, dan tiba tiba dikejutkan dengan serbuan puluhan ribu spam yang masuk ke dalam komentar. Ratusan Koment tersebut banyak yang lolos juga dan tampil dalam blog, sedang yang lainnya, hampir 15ribu masuk ke pending. Saya tentunya gak bisa mendelete koment tersebut manual. sedang untuk mendelete langsung saya gak punya akses juga ke Database blog ini. Mohon Solusinya dari admin blogdetik dong!!.

Solusi Sementara, saya disable commennya dan kuhapus manual beberapa dari spam tersebut.

Batuk oh Batuk

Oh malangnya nasibku. Sudah hampir 2 minggu diriku terkena batuk batuk dan batuk. Sudah minum obat berkali kali tetep aja gak sembuh sembuh. Gak tahu kenapa.

Tapi aku belum ke dokter sih. Ke puskesmas juga belum. Kemarin minta obatnya langsung ke apotik. Sudah minum vitamin juga aku. Tetapi ya itu obat dan vitamin dari apotik gak mempan ke batukku. Mungkin karena aku juga puasa sih. Besok aku mau tunda puasanya selama 2 harian. Mau nyembuhin batuk dulu.

Wah Ada Pesantren Baru di Banaran

Hari ini peresmian resmi adanya Pesantren baru di Banaran. Ada acara supitan atau sunatan massal. Pengajian dan sebagainya.

Walau kayaknya pesantren ini, lebih cocok sebagai pesantren tradisional, bangunannya pun masih sangat sederhana. Ya Kini telah hadir Pesantren di Dusun Banaran.

Katanya sih dulu pernah ada juga pesantren yang sama ditempat yang sama tetapi kemudian mati. Nah ini merupakan suatu penumbuhan kembali dari yang telah lama mati.

Tadi ada drumband juga tuh, trus yang pada ikut sunatan massal mengikutinya di belakan drumband naik becak yang dihias seadanya. Pake tanaman janur bahkan tanaman tanaman yang banyak tumbuh dipinggir jalan.

Lumayan sih menyedot perhatian masyarakat sekitar. Btw, kayaknya aku dapat jatah sinoman nich di situ. Tapi, males…

Tentang SKB Pelarangan Ahmadiyah

Ada yang berteriak hore karena SKB Ahmadiyah telah diterbitkan
Ada yang cemberut karena SKB yang terbit itu menyinggung Kepercayaan Vitalnya
Ada yang tak mau tahu apa itu SKB Ahmadiyah
Ada yang bahkan tidak tahu ada berita SKB SKBan seperti itu

Ada yang Marah Karena SKB Pelarangan Ahmadiyah.
Ada yang datar
Ada yang tersenyum
Ada yang bertepuk tangan

Selamat Datang SKB di Negeri Setengah Agama dan Setengah Sekuler ini.
Selamat Atas Kegagahan dan Kebimbangan mu.

Ketika suara itu Terus Mengalun

Di sini, di kampung kecil bernama sewan di sudut desa sedayu muntilan ini, suara suara alunan palu dari para pemahat batu hampir tiap hari mengalun dan bertabuh seperti irama musik. Tiada hari tanpa pukulan, tiada hari tanpa hentakan.

Dusunku memang merupakan salah satu sentra kesenian pahat batu. Mulai dari berbagai macam bentuk pahatan batu bisa dikerjakan di dusun ini. Inilah dusun di lereng merapi. Inilah dusun anak anak batu. Rejeki mengalir dari Batu. Tanpa Batu semuanya seperti kelaparan. Ya kami adalah para Pemakan Batu. Mengais rejeki dari muntahan lava yang mendingin. Membentuknya menjadi sesuatu yang indah. Menjual keindahan kepada siapapun yang menghendaki.

Anda pesan, Anda Bayar kami Membuatkan untuk Kalian.

Muntilan Kota Kecil di Kaki Gunung Merapi

Kali ini saya ingin menuliskan Tempat Kelahiran saya tetapi lebih kearah Kota atau Kecamatannya. Kecamatan tempat saya tinggal dan bertumbuh dan berkembang dinamakan Muntilan. Saya belum bertanya dan mencari kenapa Tempat ini dinamakan Muntilan. Sebab musabab kata Muntilan in juga belum saya ketahui.

Muntilan walaupun hanya sebuah kota kecil, namun memiliki suatu proses Perekonomi yang demikian tinggi, kalau dibanding dengan kota kecil lain di Kabupaten Magelang. Menurut saya sendiri sih, dibanding Ibu Kota Kabupaten Magelang yang berada di daerah Mungkit, Muntilan lebih rame dan berkembang perekonomiannya.

Sebagai jalur yang dilintasi oleh jalan utama Propinsi maupun jalur utama ke daerah Pariwisat Borobudur, muntilan memiliki pasar yang lumayan lengkap. Mulai dari Pasar Tradisional, Pasar Kendaraan, Pasar Hewan, Pasar Kayu, Pasar Burung semuanya ada di daerah Muntilan. Muntilan dengar dengar juga terkenal hasil Tembakaunya kalau lagi masa panen atau tanam Tembakau (musim kering atau kemarau).

Ingin rasanya saya mengabadikan beberapa foto yang berkaitan dengan kegiatan Masyarakat Muntilan ini termasuk beberapa Warnet yang pernah saya kunjungi guna berselancar di dunia maya ini.

Ngomong ngomong soal Warnet. Sejauh ini ada 5 Warnet di daerah Muntilan yang kuketahui. Yach amat sangat lumayan banyak untuk kota kecil Muntilan ku ini. Saya bersekolah waktu SMP juga di Muntilan walaupun ketika SMA oleh bapak saya didaftarkan di KotaMadya Magelang.

Dari kampungku Sewan , Aku bisa menempuh perjalanan selama 15 menit dengan Sepeda Ontel atau sekitar 4-5 Menit kalau naik kendaraan bermotor. Dulu kalau pulang sekolah dari SMP N 1 Muntilan yang berada di ujung Timur Muntilan saya berjalan kaki sampai rumah. Ah kenangan yang indah dulu..

Sudah itu dulu yang bisa kuceritakan tentang Kecamatan Muntilanku.. Bye bye dulu

Haqiqie Suluh

Tentang Kehidupan Dusun Sewan

Sebagai seorang yang tinggal di kawasan kampung yang pertahanan dan kelangsungan masyarakat yang tinggal di dalamnya masih banyak yang mengandalkan sumber kehidupan dari sawah dan gunung Merapi dan Merbabu, saya cukup beruntung dapat menikmati akses ke dunia maya ini. Tinggal di kampung dengan persawahan yang menghijau memang merupakan sesuatu yang menyejukkan, kalau dibandingkan dengan tinggal di daerah perkotaan. Satu hal yang pasti, kesejukan udara dan kenyamanan bertetangga terutama bagi yang belum berumah tangga seperti saya, amatlah merupakan sebuah keistimewaan.

Seperti yang saya lihat dan saksikan sendiri, bertetangga di dusun saya memang membutuhkan sebuah dana tersendiri. Walaupun kekeluargaan tinggi, yang sering kali disanjung dan diagungkan dalam pendidikan moral di sekolah, bertetangga di kampung haruslah menyiapkan dana cadangan tertentu. Ibu saya kalau sudah memasuki masa masa dimana banyak orang melakukan pernikahan atau kelahiran, musti ekstra ketat mengeluarkan uang pensiunan bapak saya kalau tidak ingin kehabisan. Demikian pula para tetangga sering mengeluhkan hal tersebut.

Oh ya, Kampung saya namanya Sewan. Sebuah kampung yang dimana hanya menjadi sebuah RT saja karena jumlah KK yang kurang dari 60.

Sewan memiliki sebuah legenda yang unik. Asal mula penamaan dari Sewan bermula dari kisah jaman dahulu kala, entah tahun berapa saya juga tidak tahu, ketika belum ada kendaraan bermotor, belum ada juga kereta api dan lain sebagainya. Jikalau orang ingin bepergian, kendaraan yang bisa digunakan hanyalah kereta kuda atau kuda itu sendiri. Nah disinilah keunikan dari dusun Sewan itu.

Terletak dipertemuan dua buah jalan besar yang menghubungkan ke daerah merapi, kampung saya itu menjadi sebuah lokasi yang sangat strategis. Kata para sesepuh, Kampung saya digunakan oleh banyak orang sebagai persewaan kuda untuk mengangkut orang dalam melakukan perjalanan, pedagangan dan sebagainya.

Persewaan Kuda kalau dalam bahasa jawa disebut dengan Sewo Jaran. Nah lama kelamaan Sewo Jaran berubah menjadi dipersingkat alias menjadi Sewan dengan dihilangkan o pada kata Sewo dan Jar pada kata Jaran. Jadilah Sewan nama Kampung ku.

Demikian sejarah singkat Kampung Sewan. Tempat dimana aku tinggal dan dibesarkan. Lain waktu aku akan bercerita tentang kampung Sewan ini lebih lanjut, termasuk dinamikan dan perkembangannya.

Haqiqie Suluh

Pokoke Ngeblog

Pokoke kalau dalam bahasa jawa bisa diartikan sebagai keterserahan atau keserbamauan tanpa adanya aturan atau ketentuan yang akan diikut sertakan. Asalkan kita sudah nulis dan mengisi blog, dalam hal ini kata Ngeblog berarti membuat atau berproses dengan blog, maka segala sesuatu yang akan saya curahkan disini adalah serba terserah. Terserah Gue, Emang gue pikirin.

Sekedar Perkenalan